Kota Raha,Kabupaten Muna,Propinsi Sulawesi Tenggara tidak seperti kota-kota lain di indonesia (Bali dengan wisatanya dan Yogyakarta dengan budayanya).Dengan bermodalkan Layang-layang yang terbuat dari daun (sejenis ubi hutan-red) Kabupaten Muna mempromosikan diri kepada dunia Internasional dalam ajang Festifal layang-layang yang berlangsung tanggal 11-14 Agustus 2009 kemarin dan diikuti oleh 22 peserta dari 8 negara yaitu Jerman,Prancis,Jepang,Swedia Cina,India,Taiwan dan Malaysia serta 26 peserta dari dalam negeri.Kenapa layang-layang yang harus menjadi sarana promosi Kabupaten Muna?_________: ternyata layang-layang yang ada di Muna mempunyai nilai Historis dan bukan hanya sekedar permainan rakyat belaka."dijaman dulu,layang-layang dijadikan ritual menolak bala atau hal-hal yang buruk saat musim panen tiba, yaitu dengan upacara ritual menggantungkan berbagai makanan ditali layangan dan memutuskan tali layangan itu sehingga layangan terbang bersama makanan."
Moment festifal layang-layang juga dijadikan sarana promosi wisata,karena Kabupaten Muna juga memiliki banyak Obyek wisata menarik seperti Permandian Napabale,Obyek wisata Liang Kabori ,kegiatan Masyarakat perkelahian kuda dan masih banyak lagi yang patut untuk disejajarkan dengan obyek wisata dan Budaya lain di Indonesia.
banyaknya penggemar layangan dari berbagai negera yang telah mengenal janis layangan tradisional dari Muna yaitu terbuat dari daun 'Kolope' (sejenis ubi hutan-red) dan sanggup bertahan diudara hingga 7(tujuh) X 24jam......
Olehnya itu,marilah kita bangga menjadi Masyarakat Muna Yang berbudaya
0 Response to "Layangan Dari PULAU MUNA"
Posting Komentar